MANUSIA DAN KEGELISAHAN

MANUSIA DAN KEGELISAHAN

 

 

 

 

Kegelisahan dan Sumber-sumbernya

Pada prinsipnya manusia merupakan makluk yang di arahkan oleh motivasi dan cita-citanya. Hampir semua tingkah laku manusia dapat di pandang sebagai usaha untuk memuaskan hasrat biologis mereka. Tetapi tujuan itu sering sulit atau bahkan kemungkinan kecil untuk di capai. Keglisahan di sini di artikan suatu kondisi dimana orang menghadapi halangan atau rintangan dalam mengatasi rintangan tersebut. Pada hakekatnya kegelisahan menunjuk pada motivasi yang terhalang dan dalam keadaan tak terpuaskan.

Banyak orang berpikir bahwa kegelisahan merupakan keadaan yang tak diinginkan. Tetapi para ahli jiwa berpikir bahwa kegelisahan merupakan kondisi hidup manusia, atau sebagai kawan akrab yang memberi stimulus kepada tingkah laku manusia. Kegelisahan yang tak terhindarkan di sebabkan oleh kompleksitas manusia, lingkungan dimana ia tinggal, dan keterbatasan fisik dan jiwanya.

 

Kegelisahan dan ketidakmampuan penyesuaian bertindak

alasan terjadinya kegelisahan yang tak terelakkan ialah kenyataan bahwa pencapaian tujuan tergantung pada keefektifan dalam penyesuaian. hasil hanya dapat di capai jika seseorang mempunyai kebiasaan yang sesuai untuk memanipulasi lingkungan.  jika tidak demikian akan serupa dengan seseorang ingin menjadi dokter tetapi tidak lulus SMA. ingin menjadi seorang Maradona tetapi mempunyai kaki bengkok. beruntunglah binatang seperti burung dan lebah , misalnya mereka mempunyai alat yang terbangun dalam sistem sarafnya sehingga mereka tidak perlu penyesuaian diri.  manusia hanya berhasil jika ia menggunakan reorganisasi pengalamannya dalam menhyesuaikan dirinya dengan lingkungan.  faktor inteligensi, fisik, dan pengalaman menyediakan kebiasaan bertindak sehingga manusia tidak dapat mencapai tujuannya. karena manusia tidak sempurna dalam ketiga hal itu, maka semua orang dapat mencapai semua motifnya dengan penuh karena kekurangan mereka masing-masing.

 

Keadaan Fisik

Keaaan fisik merupakan faktor yang utama sebagai kegelisahan manusia. sejak bayi lahir ia selalu menghadapi kenyataan bahwa ia selalu terhalang keinginannya karena sebab-sebab fisik.bayi tidak mempunyai koordinasi otot untuk mengatasi halangan, bahkan ia tidak dapat memperhitungkan jarak suatu obyek dan ia sendiri. Pada masa dewasa ketidakmampuan fisik bukan merupakan sumber kegelisahan yang pokok, kecuali pada masa epidemi, banjir, gempa bumi dan bencana lainnya. dengan adanya kemajuan di bidang kedokteran, meteorologi dan geofisika, kegelisahan yang di timbulkan sumber ini semakin dapat di kurangi. kegelisahan dan kekhwatiran yang di timbulkan oleh sebab-sebab fisik tentu saja harus menghinggapi mereka yang mempunyai cacat fisik seperti kebutaan.  pada masa tua, keterbatasan fisik menjadi penyebab utama dari kegelisahan manusia. tragedi yang selalu dapat di temui pada orangtua ialah bahwa bukan karena mereka menjadi tua, sebab ini adalah proses proses alami yang tak dapat di hindari, tetapi karena mereka tidak siap mwnjadi tua atau tidak siap merubah peran, sikap dan motif-motif pada saat usia semakin tua.

 

MAKNA KEGELISAHAN

Kegelisahan berasal dari kata gelisah. gelisah artinya rasa tidak tentram di hati atau merasa selalu khawatir, tidak dapat tenang (tidurnya), tidak sabar lagi (menanti), cemas dan sebagainya. kegelisahan artinya perasaan gelisah, khawatir, cemas atau takut dan jijik. rasa gelisah ini sesuai dengan suatu pendapat yang menyatakan bahwa manusia yang gelisah di hantui rasa khwatir atau takut.

Manusia suatu saat dalam hidupnya akan mengalami kegelisahan. kegelisahan ini, apabila cukup lama hinggap pada manusia, akan menyebabkan suatu gangguan penyakit. kegelisahan (anxiety) yang cukup lama akan menghilangkan kemampuan untuk merasa bahagia.

Penyebab kegelisahan dapat pula dikatakan akibat mempunyai kemampuan untuk membaca dunia dan mengetahui misteri kehidupan. kehidupan ini yang menyebabkan mereka menjadi gelisah. mereka sendiri sering tidak tau mengapa mereka gelisah, mereka hidupnya kosong dan tidak mempunyai arti. kegelisahan yang demikian sifatny abstrak sehingga disebut kegelisahan murni, yaitu merasa gelisah tanpa mengetahui kegelisahannya, seolah-olah tanpa sebab.

Perasaan Cemas menurut Sigmund Freud ada tiga macam, yaitu :

1. Kecemasan obyektif

kegelisahan ini mirip dengan kegelisahan terapan, seperti anaknya yang belum pulang, orangtua sakit keras

2. Kecemasan Neurotik (saraf)

Hal ini di timbulkan akibat pengamatan tentang bahaya dari naluri. contohnya dalam penyesuaian diri dengan lingkungan, rasa takut yang irrasional semacam fobia, rasa gugup, dsb

3. Kecemasan Moral

Hal ini muncul dari rasa Emosi diri sendiri seperti perasaan iri, dengki, dendam

 

Sumber :

Drs. Joko Tri Prasetyo

Ilmu Budaya Dasar

Gambar :

Khamal Co9llection

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s